“Tanjung Karang Namosain”

 

Pengorganisasian dan diskusi untuk pembentukan kelembagaan nelayan di Kota Kupang dalam Phase II Program Right to Food kali ini bertujuan agar pelaku usaha kelautan dan perikanan memiliki unit usaha ekonomi, terlebih lagi bahwa kelompok perempuan tersebut merupakan modal sosial bagi komunitas itu sendiri.

Salah satu namanya kelompok “Tanjung Karang”. Anggotanya, para perempuan pelaku usaha kelautan dan perikanan di sekitar lokasi pesisir wilayah Namosain. Ada yang spesifikasi kerjanya pada praproduksi, produksi dan pasca produksi. Umunya lebih banyak yang berperan di praproduksi.

Kelompok ini dibangun atas kesadaran ibu-ibu nelayan, karena selama ini kebutuhan akan alat tangkap seperti pukat selalu menjadi persoalan tersendiri bagi mereka atau suami mereka/nelayan namosain pada umumnya. Setiap kali pulang melaut, pasti selalu ada pukat yang rusak dan harus dibeli baru. Atau selalu susah untuk mendapat modal menjual ikan hasil tangkapan suami.

Segalanya dimulai dengan sederhana. Ini semacam arisan 5ribuan. Hasil diskusi hari itu adalah iuran anggota sebesar 5.000 rupiah per hari. Anggota yang tergabung didalamnya hanya diperbolehkan meminjam uang untuk membeli keperluan perlengkapan melaut dan/atau segala yang terkait dengan kebutuhan modal usaha kelautan dan perikanan. Peminjaman akan berlaku setelah 4 bulan menabung. Batasannya pinjaman kelompok paling besar senilai 1 juta. Pengembaliannya pun dicicil selama 1 bulan dengan bunga 5% yang akan menjadi milik Kas kelompok. Cicilan ini dibayar setiap kali perahu masuk (bisa 3 kali dalam sebulan). Masih banyak aturan lainnya yang menjadi kesepakatan kelompok Tanjung Karang Namosain.

Selama pertemuan, ibu-ibu sangat bersemangat membahas akan seperti apa kelompok mereka itu. Banyak harapan baik dari kelompok yang baru beranggotakan 11 orang. kelompok kedepan menjadi salah satu usaha untuk menjamin penghidupan yang lebih baik, juga awal untuk mengurangi ketergantungan biaya modal usaha terhadap koperasi harian. Kedepan perempuan Tanjung Karang Namosain mungkin bisa memiliki Koperasi Serba Usaha atau jenis Koperasi nelayan lainnya.

Penulis oleh Etji Doek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *