Tanpa Kepastian: Telaah Akses Pertanian Orang Muda terhadap Tanah Pertanian

Akses orang muda yang terbatas terhadap sumber daya pertanian atau bahkan sama sekali tidak memiliki akses, dapat mempengaruhi minat mereka untuk menjadi petani.

Ketiadaan akses terhadap tanah dapat melemahkan semangat, juga dapat membuat orang muda berpindah haluan untuk bekerja di profesi lain yang bukan menjadi petani.

Kelompok perempuan muda yang telah menikah atau berpasangan perlu berusaha lebih keras untuk memiliki akses terhadap tanah. Dimana mereka bisa mendapatkan akses tanah dengan cara membeli tanah karena tidak ada jaminan warisan tanah dari orangtua.

Atau jika ikut suami sebagai pendatang di desa lain, maka akses tanah bergantung pada kebaikan hati keluarga suami atau ada akses tanah bagi hasil dengan keluarga. Dan jika mereka memilih untuk bertani dengan sistem bagi hasil dengan tuan tanah, tidak menjamin usaha pertaniannya akan berkelanjutan di masa depan.

Orang-orang muda, baik laki-laki maupun perempuan kemudian memilih untuk bermigrasi keluar desa dan mendapatkan pekerjaan di kota. Bagi mereka, kesempatan bermigrasi merupakan peluang yang terbuka dengan keterbatasan dan ketiadaan akses tersebut.

Namun, bahkan memiliki akses terhadap tanah dan air juga tidak menjamin orang muda menjadi petani. Temuan data survei di lapangan, menunjukkan orang muda single memiliki akses terhadap tanah dan air pertanian di desa tetap saja keinginan kuat untuk bermigrasi. Sementara mereka yang telah berpasangan cenderung enggan untuk bermigrasi karena telah berkeluarga di desa.

Menjadi petani atau memilih untuk bertani ataupun tidak, bukan juga keputusan permanen bagi orang muda. Seiring waktu berlalu, pertimbangan untuk bagaimana menjalani hidup akan muncul idalam pemikiran sebagai orang muda. Karena banyak orang tua yang kini memilih menjadi petani pun, pernah bermigrasi dan menjadi perantau sebelum akhirnya kembali ke desa.

Kertas kerja dapat diunduh di:

https://drive.google.com/open?id=1iKYxkpkka-lv1oPpYGwK8ulcXWfGt5ux

Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *