STRIDE: Agar Perubahan Sampai Jauh

PIKUL baru saja menyelesaikan 2 hari workshop STRIDE (Strategic Alignment in Development) untuk membantu menganalisa dampak sistemik program dan memastikan perubahan yang didorong lewat program bisa berkelanjutan.

Untuk melakukan sebuah perubahan yang dapat berdampak menyelesaikan isu sistemik, maka penting untuk memastikan agar cukup banyak komponen yang perlu diperiksa dan diintervensi pada konteks target perubahan, agar perubahan yang dilakukan dapat lebih bersifat sustainable.

Oleh karenanya, selain memerlukan pemetaan sistemik, PIKUL dan mitranya perlu lebih jeli mengidentifikasi komponen-komponen yang ada di dalam komunitas dan bagaimana relasi yang terjadi di antara komponen-komponen tersebut. Kemampuan ini bisa dicapai lewat kemampuan berpikir dan analisis secara sistemik di tingkat organisasi atau komunitas, yang kami sebut sebagai kerangka berpikir STRIDE, “Strategic Alignment in Development” .

Untuk kebutuhan itu, maka PIKUL bekerja sama dengan Yayasan Bina Usaha Lingkungan mengadakan Workshop Kerangka pikir STRIDE-ini, selama dua hari (8-9 Oktober 2018) di Hotel Amaris Kupang. Sebelumnya, PIKUL telah belajar menggunakan Metode Systems Thinking dan aplikasinya untuk analisa perubahan sistemik.

Workshop STRIDE ini ditujukan kepada PIKUL dan lembaga mitra kerja Pelaksanaan SGP Indonesia Phase-6, GEF dan UNDP (Cis TImor, Geng Motor IMuT, Yayasan Alfa Omega, Perkumpulan Tafena Tabua & KupangBatanam), yang difasilitasi oleh Ibu Shirley Suhenda, PhD, PCC dan Almira Rahma dari Principia Learning Lab

STRIDE framework menilisik lebih dalam kepada komponen-komponen penting yang berpengaruh pada aspek keberlanjutan dari sebuah perubahan sosial; antara lain visi, misi dan nilai-nilai yang hidup dalam komunitas; para pemangku kepentingan komunitas termasuk kebutuhan- kebutuhan mereka, terutama yang berkaitan dengan resiliensi sosial-ekologis komunitas, serta capaian hasil saat ini atas kebutuhan-kebutuhan tersebut; target perilaku-perilaku strategis yang menyebabkan komunitas hanya bisa mencapai capaian hasil seperti saat ini (khususnya terkait isu-isu strategis yang disasar oleh program ini); paradigma-paradigma dari para pemangku kepentingan yang mendasari perilaku-perilaku strategis tersebut; proses, struktur dan sistem yang ada di dalam komunitas, yang menyebabkan komunitas berada pada situasinya saat ini; dan juga strategi yang secara eksplisit atau implisit dikembangkan oleh komunitas sehingga membawa mereka pada situasinya yang sekarang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *