Open-Class JIP: Karst Sumber Air Vital Kepulauan NTT yang Harus Dijaga

Saat mengunjungi Kota Kupang, para Geolog dari luar sering bertanya, bukankah Kota Kupang berada di atas karst? Apakah warga Kota Kupang sadar tentang hal ini?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan pembuka Open-Class Jam Inspirasi Pikul (JIP), Senin 27 Agustus 2018. Perkumpulan Pikul kali ini meluncurkan kegiatan Open-Class sebagai bagian dari kegiatan Jam Inspirasi Pikul (JIP) dengan tema:Batuan gamping, karang dan tata air. Narasumber kelas adalah Petrasa Wacana, koordinator kampanye, advokasi dan konservasi dari Indonesia Speleogical Society. Sekitar 20an orang menghadiri kelas yang dimoderatori oleh Torry Kuswardono, tuan rumah kelas JIP.

Kota Kupang merupakan kawasan kering berbatu yang bisa dilihat dari batuan karang yang mendominasi kenampakan alamnya. Pengertian karst sendiri adalah bentang alam khusus yang terdiri atas gua-gua dan sistem jaringan sungai bawah tanah yang berkembang yang terbentuk di kawasan batuan mudah larut seperti gamping, marmer dan gypsum. Wilayah Karst berfungsi sebagai sistem ekologi yang baik untuk kawasan sekitar kawasan karst, rumah bagi ekosistem kelelawar dan tentunya sebagai penyimpan dan penyedia sumber air di masa yang akan datang.

Salah satu ciri wilayah karst lainnya adalah adanya ponor, atau lubang atau jendela di tanah (windows) sebagai tempat menghilangnya air. Keberadaan ponor bisa diperhatikan saat hujan turun. Aliran air hujan yang terkumpul selalu menuju ke wilayah ponor dan kemudian menghilang. Jikalau ponor ini ditutupi dengan tanah atau batuan keras, tersemen, dekat septic tank, atau bahkan ditutupi sampah, maka fungsinya sebagai penghubung antara permukaan dan bawah permukaan akan terpengaruh. Ponor yang dipenuhi oleh sampah akan mengurangi kualitas air tanah karena tercemar. Pun, jika ponor tertutup, debit air yang masuk ke dalam tanah akan berkurang. Rusaknya ponor akhirnya akan mengurangi debit dalam sistem karst. Debit sungai bawah tanah, maupun sumber air yang keluar dari sistem karst akan terpengaruh jika keberadaan ponor terganggu.

Pada tahun 2007, sebuah penelitian yang disusun untuk Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang Kota Kupang menunjukkan sebagian Kota Kupang berdiri di atas wilayah karst. Penelitian tersebut memuat data-data sebaran gua-gua aliran air bawah permukaan yang menjadi bukti bahwa Kota Kupang berdiri di atas karst. Penelitian tersebut juga memaparkan bagaimana air bawah tanah dapat dimanfaatkan dan dijaga agar tetap tersedia secara berkelanjutan. Sayangnya, data dan rekomendasi ini tidak terpublikasi dengan baik di dalam pemerintah kota dan masyarakat.

Suasana diskusi, peserta mendengarkan dengan antusias

Petra kemudian memberikan contoh-contoh kasus di beberapa daerah yang melibatkan masyarakat dalam pengumpulan data gua-gua bawah tanah serta potensi wilayah karst mereka. Tujuan pelibatan masyarakat ini sebagai salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat. Paham kebudayaan setempat kemudian dicocokan dengan data di lapangan yang ditemui. Gua yang dikeramatkan oleh adat ternyata merupakan penyimpan air bagi desa mereka. Orang-orang Timor percaya kehidupan mereka berawal dari batu, batu sebagai ibu yang menyusui, memberi kehidupan. Cocok dengan fakta bahwa batuan itulah yang menyimpan air.

Kekuatan masyarakat yang teredukasi mampu memberi posisi tawar bagi mereka untuk imbang dengan industri tambang atau industri lainnya yang hendak masuk ke wilayah karst. Masyarakat dapat kuat untuk memilih atau menolak atau menerima dengan syarat. Kota Kupang dengan identitasnya sebagai kota karang juga dapat memilih untuk tetap menjaga karang ini sebagai penjaga air di masa depan dengan pengetahuan data. Atau, Kota Kupang menyerahkannya kepada industri dalam ketidaktahuan.

Diskusi seru yang berlangsung dari pukul 17.30 hingga pukul 20.05 in kemudian “dipaksa” ditutup oleh moderator, mengingat beberapa perserta berumah jauh dan takut kemalaman. Sampai jumpa di open class JIP berikutnya. Terima kasih teman-teman yang sudah datang, terutama terima kasih kepada Petra atas pengetahuan barunya.

ditulis oleh: Ani Suyono

presentasi dapat diunduh pada tautan di bawah ini:

https://drive.google.com/file/d/1Mj1jhKkITzYyKMBCmzPHIsUk1iCu2un3/view?usp=sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *