Pelatihan Warga Aktif Bagi Nelayan dan Penduduk Pesisir Kota Kupang

Kupang,(12/11) – PIKUL menyelenggarakan pelatihan bagi Nelayan dan Penduduk pesisir kota Kupang sebagai upaya untuk membangun kesadaran kolektif dalam rangka pemenuhan hak-hak nelayan/masyarakat pesisir. Pelatihan ini mengadopsi kerangka kerja ACTIVE CITIZENS yang dikembangkan oleh British Council.

Pelatihan ini diberikan kepada kelompok warga pesisir (Nelayan, penjual ikan, pencari kerang,dll) yang datang dari 10 lokasi di Kota Kupang.

“Pelatihan ini adalah kegiatan lanjutan yang didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh PIKUL dan KIARA. Penelitian tersebut menemukan bahwa ada kesenjangan pemenuhan terhadap hak-hak nelayan atas ruang hidup, fisik dan biofisik, terutama untuk Nelayan Perempuan dari perspektif akses dan kontrol didaerah pesisir” jelas Eci Doek, koordinator kegiatan.

Gerakan Warga Aktif (Active citizens) ini merupakan gerakan yang dibuat untuk mendorong masyarakat agar selalu aktif untuk melakukan sesuatu terhadap permasalahan sosial. Gerakan ini pula diharapankan bisa menjadi gerakan perintis untuk sebuah perubahan dalam menyebarkan virus positif melalui aksi – Aksi sosial yang kemudian bisa mengatasi persoalan yang ada.

“Pelatihan Warga Aktif ini juga sebagai sebuah upaya untuk mempelajari bagaimana membentuk warga yang aktif sekaligus menanamkan Semangat empati dan integritas yang kuat berbasis pada kekuatan serta mempunyai nalar berpikir yang kritis serta mampu melihat persoalan sosial disekitar lalu dengan sukarela memulai aksi sosial sebagai solusinya” lanjut Eci.

Om Dewa sebagai salah satu peserta kegiatan  mengatakan bahwa “kegiatan seperti ini sudah sangat bagus. saya berharap agar kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini tapi dilanjutkan dan buka lebih luas agar teman-teman kami yang lain bisa tahu tentang kegiatan yang bagus seperti ini”.

Hal senada disampaikan oleh ma Nona kalau kegiatan tersebut sangat bagus dan ia berharap bahwa “Apa yang kita dapat hari ini jangan hanya terjadi di sini, tetapi, setelah kembali, kita pun harus menerapkan apa yang telah kita dapatkan dari kegiatan ini”.

Materi pelatihan berfokus pada membangun kesadaran kolektif antar sesama warga untuk beraksi demi terwujudnya perubahan yang lahir dari masyarakat, tanpa harus menunggu pemerintah untuk ikut andil Karena sejatinya perubahan dimulai dari setiap individu dan dari lingkup keluarga yang paling kecil.

Pengalaman dari riset-riset aksi yang dilakukan oleh Perkumpulan PIKUL dengan menggunakan metodologi pendekatan berbasis aset dan agent based change yang telah dilakukan lebih dari 7 Tahun oleh PIKUL, ternyata menemukan banyak sekali inovator sosial di NTT yang datang dari warga itu sendiri yang mendorong perubahan sosial dengan hasil signifikan.

Kombinasi model kerangka kerja active citizens (dengan kolaborasi metodologi lain) melalui kegiatan ini bisa menjadi laboratoruim/inkubator untuk menghasilkan warga inovator sosial yang memberi pengaruh signifikan Bagi transformasi sosial di kupang, NTT Dan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dikantor Perkumpulan PIKUL, selasa dan rabu (12-13/12).*** (Ditulis oleh: Ramlin Bunga, PIKUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *