Home Inspirasi Noh Oematan: Berani Menanam Jagung di Musim Kemarau
Noh Oematan: Berani Menanam Jagung di Musim Kemarau PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 17 January 2012 01:17

Ini semua rahasia Tuhan bagi saya...

Ketika mayoritas petani lahan kering di pulau Timor mengeluhkan produksi jagung yang rendah. Bahkan yang paling ekstrim adalah kisah tentang jagung yang gagal tumbuh di dua musim tanam terakhir, seorang petani dari Desa Bena dengan penuh senyum menyampaikan kisah sebaliknya.

Adalah Bapak Noh Oematan, seorang laki-laki paruh baya berumur 42 tahun yang berhasil bercocok tanam jagung di musim kemarau dengan produksi tinggi. "Ini semua adalah rahasia Tuhan untuk saya" demikian kata Om Noh mencoba menjelaskan misteri di balik keberhasilannya. "Sebenarnya, ini hanya coba-coba. Tapi ternyata berhasil dan sekarang diikuti oleh orang lain" kata Om Noh mengawali cerita suksesnya. Aktifitas coba-coba Om Noh ini bisa dibilang sebagai bentuk adaptasi terhadap anomali curah hujan yang berlangsung beberapa tahun terakhir. "Memang Bena ini kurang hujan setiap tahun, tapi ini tahun saya lihat ada hujan terus setiap bulan jadi saya coba tanam jagung dan ternyata tumbuh subur" kata Om Noh menjelaskan.

Setelah panen di awal bulan April, Om Noh langsung membersihkan lahannya selama 2 hari dan menanam jagung di lahan seluas 1  ha tersebut. Jagung yang ditanam tumbuh subur, namun sayang di akhir bulan april turun hujan besar yang mengakibatkan seluruh jagung Om Noh rusak karena tertutup lumpur setinggi betis. "Saya langsung putus asa karena jagung semua mati. Setelah itu, saya tidak ke kebun selama 45 hari" kata Om Noh menerawang sambil mencoba mengingat kembali perjuangannya.  Ketika kembali ke kebun, yang pertama ditemui adalah rumpun-rumpun pisang yang sudah habis dimakan sapi. Lalu Om Noh memutuskan untuk mulai mempersiapkan lagi lahannya untuk ditanami jagung. Langkah pertama yang dilakukan adalah memperbaiki pagar kebun untuk melindungi tanaman di dalamnya. 

Tepat tanggal 17 Juni 2011, Om Noh menanam jagung di kebunnya. Jagung yang ditanam adalah jagung hibrida yang dibeli dari toko. Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 29 Juli 2011, Om Noh melakukan penanaman jagung gelombang kedua. Saat menanam jagung tersebut, hujan sudah tidak pernah turun lagi sejak bulan Mei. Saat ini jagung yang ditanam  di bulan Juni sudah bisa dimakan. Jagung yang ditanam bulan Juli sementara berbunga. "Biar tanah kering, tapi jagung tumbuh subur. Hampir semua pohon itu ada 2 bulir, ada (pohon) yang sampai (memiliki) 3 bulir" kata Om Noh menjelaskan kondisi jagungnya saat ini. "Saya perkirakan, hasilnya bisa lebih dari 1,5 ton jagung pipil. Itu saya hitung di bawah. Produksinya pasti lebih tinggi, tapi saya tidak mau membuat standar yang tinggi" kata Om Noh memperkirakan. 

Ketika melihat kesuburan jagung yang ditanam Om Noh di bulan Juni, beberapa petani lain yang lahannya berdekatan dengan lahan Om Noh mencoba juga menanam jagung di bulan Juli bersamaan dengan Om Noh. Saat ini jagung yang ditanam tumbuh subur dan sedang berbunga. Om Noh pernah mencoba menggunakan bibit lokal ketika menanam di bulan Juli, namun pertumbuhannya kurang bagus. 

Ketika mayoritas petani beranggapan bahwa bibit jagung hibrida tidak dapat disimpan karena mudah rusak (fufuk), Om Noh tidak demikian. Om Noh punya cara jitu menyimpan bibit yang dipelajari dari ayahnya. "Waktu jagung su tua (saat jagung sudah tua), kita kupas dia pung kulit lalu kasih tinggal di  pohon sampai dia kering (saat jagung sudah tua, kupas kulitnya dan tinggalkan hingga pohon jagung kering). Setelah patah (panen), biji jagung (pipil) kita rendam (direndam) pake (menggunakan) air kesumba. Jemur kasih (hingga) kering, trus (lalu) simpan (disimpan) dalam jergen" kata Om Noh menjelaskan cara menyimpan bibit. "Nanti datang hari senin baru kita bakar jagung Pak Nubatonis, karena hari minggu saya masih bawa pi gereja" kata Om Noh menutup ceritanya.***(yurgen)

 

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Last Updated ( Tuesday, 17 January 2012 01:29 )
 

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini708
mod_vvisit_counterKemarin576
mod_vvisit_counterMinggu ini2357
mod_vvisit_counterMinggu lalu4302
mod_vvisit_counterBulan ini11843
mod_vvisit_counterBulan lalu15621
mod_vvisit_counterTotal Harian208500
We have: 1 guests, 1 bots online
IP Anda: 38.107.179.239
 , 
Today: Feb 22, 2012

Jejaring Sosial PIKUL

  • Facebook: perkumpulan.pikul
  • YouTube: pikulers
  • Twitter: pikulers