| Putaran ke 2 Lingkar Belajar Komunitas Bervisi |
|
|
|
| Written by Torry Kuswardono |
| Friday, 01 July 2011 00:00 |
|
"Mereka yang tak pernah melakukan kesalahan, tak pernah melakukan sesuatu yang baru -- Albert Einstein" ![]() Tanggal 27 – 28 Juni, 35 orang champions dari Kupang, TTS, Alor, Solor dan Adonara berkumpul lagi di tempat pertemuan Yayasan Alfa Omega, Tarus, Kupang. Juga melibatkan lebih dari 50 orang anggota komunitas yang antusias berbagi dengan rekan-rekan mereka dalam Lingkar Belajar Komunitas Bervisi. Satu hari kami isi dengan merefleksi dan memaknai apa yang sudah menjadi praktik. Ada cerita dari Ibu Ita Adoe, kader posyandu di Kelapa Tinggi yang telah berhasil juga mendirikan PAUD. Ada Sekolah Anak Rakyat yang diwakili oleh Jems Faot yang menceritakan bagaimana mereka tidak saja membantu anak-anak usia sekolah menengah pertama untuk belajar tetapi juga membangun solidaritas sejak dini. Dari Adonara, ada Pak Yulius Peduli Hala yang membangun desanya dengan dana mandiri masyarakat. Kemudian, ada Jan Windhy dari Komunitas Akar Rumput (KoAR) yang jagoan dalam menggalang solidaritas untuk apa yang mereka cita-citakan, mulai dari simpati untuk TKI hingga menggalang dana pengumpulan buku untuk perpustakaan komunitas di Pasar Inpres Naikoten. Ada juga cerita, Pendeta Sefnat Sailana dari Alor yang membangun solidaritas untuk menjaga lingkungan. Tak kalah, Noverius Nggili dari Geng Motor IMUT, mempresentasikan tentang gagasan masalisasi penggunaan energi terbarukan seperti biogas. Cerita-cerita tersebut bukan sekedar respon terhadap situasi khusus, tetapi sebagai arus perlawanan terhadap model pembangunan yang menghancurkan manusia dan lingkungan. Hendro Sangkoyo, dari School of Democratic Economics mengatakan para aktor LBKB adalah para penjaga pulau yang merangkai solidaritas, memastikan pertukaran energi dan material, serta memulihkan fungsi-fungsi faal ekosistem, demi keselamatan warga dan pulau. Satu hari lagi kami isi dengan saling belajar secara praktis. Melalui sebuah acara yang kami sebut Pasar Inovasi. Pasar Inovasi adalah ajang mempertukarkan ilmu, pengetahuan dan ketrampilan, serta berbagai informasi yang diketahui para peserta agar pengetahuan dan ketrampilan itu tidak saja menginspirasi orang lain untuk melakukannya di tempat mereka, tetapi dapat sama-sama dikembangkan agar menjadi sebuah pengetahuan atau ketrampilan baru. Tidak ada yang menjadi pengajar atau pelajar. Kami semua adalah pengajar, kami semua adalah pelajar.***(silvi, wahyu)
|
| Last Updated ( Monday, 01 August 2011 07:00 ) |

























