| Sekolah Jalanan ala Geng Motor iMuT di Kuanheun |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 03 October 2011 02:59 |
![]() Sabtu (13/8) yang lalu geng motor iMuT (Aliansi Masyarakat Peduli Ternak) NTT mengunjungi desa Kuanheun, Kabupaten Kupang Barat dalam rangka 'Sekolah Jalanan' dengan materi sosialisasi pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas, menjadi dukun ternak-obat tradisional untuk ternak dan pestisida organik serta praktek pembuatan briket arang-kompor biomassa, bokashi semak bunga putih, dan blok supleman pakan gula lontar (BSPGL). Kegiatan ini berlangsung di aula kantor desa Kuanheun. Kepala desa Kuanheun, Semi Polin dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa awalnya ia sempat berpikir negatif tentang kedatangan geng motor di desanya. Ia membayangkan bahwa yang akan datang adalah anak-anak seperti geng motor yang sering di tonton di televisi yang berkelakuan negatif, tetapi ternyata yang datang kali ini benar-benar adalah orang muda kreatif yang penuh dengan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu 30 orang warga desa yang juga adalah jemaat GMIT Laharoi Kuanheun serta mahasiswa KKN dari Unkris Kupang. Noverius Nggili, koordinator umum geng motor iMuT pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kedatangan ke desa Kuanheun memang sudah lama di jadwalkan dan baru kali ini dapat dilaksanakan. Lewat kesempatan 'Sekolah Jalanan' ini, anggota geng motor iMuT dan masyarakat diharapkan dapat saling melengkapi dalam penyempurnaan ilmu yang ada. “Kami kebetulan sempat belajar di sekolah dan kampus formal. Banyak ilmu yang ada di kepala kami, tetapi kami juga masih harus lebih banyak belajar dari orang lain terutama masyarakat petani-peternak sebagai pelaku utama pembangunan yang memiliki ilmu dasar”, pinta Nggili. Konsep 'sekolah jalanan' adalah 'Berbagi ilmu sebelum ajal menjemput'. Karena buat Geng iMuT percuma saja memiliki banyak ilmu di kepala tetapi tidak sempat berbagi dengan orang lain, terutama yang membutuhkan. Dua materi awal berhubungan dengan kemandirian energi rumah tangga dalam menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak tanah. Materi awal yaitu sosialisasi tentang biogas di sampaikan oleh Mekos Suni dan Gunawan D. Junianto, yaitu cara pengolahan kotoran ternak (feces) menjadi biogas dengan digester portable berbahan drum bekas dan kompor hemat biogas dari limbah bengkel. Dengan minimal dua ekor babi atau satu ekor sapi, sudah menghasilkan biogas untuk keperluan memasak selama 45 menit. Materi ketiga tentang bokashi semak bunga putih disampaikan Jurgen Nubatonis, Jefrikson Buky dan Ofrianus Manu. Inti materi ini bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan dan kerusakan lingkungan akibat pupuk kimia. Materi keempat yaitu BSPGL untuk ternak ruminansia oleh Gerson Bira dan Donald Mangngi. Masyarakat diajarkan dan sama-sama mempraktekan pemanfaatan surplus hijauan pakan ternak seperti daun gamal, daun kembang sepatu, daun lamtoro ataupun daun gala-gala di musim penghujan yang dibuat menjadi tepung, tepung ini kemudian dibentuk dengan formulasi khusus menjadi suplemen guna dimanfaatkan pada musim kemarau. Dengan BSPGL ini kondisi pakan ternak seperti sapi dan kambing yang terjelek sekalipun di musim kemarau dapat dimanfaatkan serta mampu meningkatkan bobot badan ternak. Dilanjutkan dengan materi kelima oleh Ary Pellokila dan Noverius Nggili tentang dukun ternak, yaitu mengobati beberapa macam penyakit ternak tanpa harus tergantung dengan obat kimia yang mahal dan penggunaannya harus menunggu kehadiran dokter hewan atau orang yang disertifikasi, padahal dengan ramuan tradisional seperti biji mahoni, biji labu kuning, daun mindi (lokal: Kme), daun nimba untuk, tembakau, pinang kering, jahe, lengkuas, temulawak, kunyit madu, gula air, serta getah koleng susu, masyarakat dapat mengobati sendiri penyakit yang dialami ternaknya. Sekolah jalanan ini diakhiri dengan materi tentang pestisida organik, yang juga memanfaatkan bahan-bahan lokal. Diantaranya buah 'saboak' masak untuk mengusir hama wereng pada padi, juga bumbu RW untuk beberapa jenis hama.***(geng imut)
|
| Last Updated ( Monday, 03 October 2011 04:05 ) |

























