|
NAIBONAT: Kreatif, Cerdas, Produktif dan Cinta damai Untuk memperbanyak para aktor perubahan yang terlibat dalam Lingkar Belajar Komunitas Bervisi (LBKB) dan agar para aktor ini dapat membangun kerja sama dalam mencapai mimpinya sebagai sebuah komunitas maka LBKB tahap II daerah Kupang digagas. Beberapa aktor yang mempunyai organisasi atau komunitas yakin bahwa pencapaian mimpi mereka tidak terlepas dari dukungan komunitasnya, oleh karena itu jika seluruh anggota komunitas divisioning maka akan mempercepat terwujudnya mimpi mereka.  Bapak Xico Ximenes di Naibonat membuktikan itu. Dia ingin agar visi perubahan dari lingkar belajar ini bisa emnjadi lebih besar dan menjangkau kaum muda yang akan menjadi penerusnya. Karena itu, dengan bekerja sama dengan organisasi kepemudaan di Naibonat; visioning bagi Pemuda Aktor Perubahan di Naibonat akhirnya berlangsung selama 4 hari, sejak 30 November sampai 3 Desember 2011. Visioning pemuda-pemudi ini diikuti kurang lebih 50 pemuda laki-laki dan perempuan dari wakil-wakil organisasi kepemudaan gereja, sosial dan organisasi perguruan silat. Salah satu pergumulan pemuda di Naibonat yang muncul pada saat sesi "Menyadari Kenyataan Brutal" adalah tingginya perkelahian antar pemuda dan perkelahian antar perguruan silat, selan itu tingginya angka pemuda tak bekerja juga menjadi pergumulan orang muda di Naibonat. Karena banyak yang pemuda yang tidak bekerja, mereka terjerumus pada kegiatan-kegiatan yang merugikan seperti mabuk-mabukan dan pemalakan. Kegiatan yang berlangsung di Kapela Stasi Naibonat ini menghasilkan empat aksi perubahan yang akan dilakukan empat kelompok pemuda di Naibonat. Diantaranya adalah produksi pupuk organik yang akan melibatkan sebanyak mungkin pemuda tidak bekerja, menambah jumlah pemuda anggota kelompok penjahit, membentuk perpustakaan rakyat dan menghasilkan atlit-atlit olahraga berprestasi dari Naibonat. Empat aksi perubahan ini akan dilakukan dalam jamngka waktu satu tahun demi mewujudkan visi Pemuda Naibonat yang kreatif, cerdas, produktif dan cinta damai di tahun 2021.
SPG:Bengkel Pendidik Kreatif Sementara itu, visioning bagi Serikat Persaudaraan Guru Kupang berlangsung pada 2 - 3 Desember 2011 bertempat di salah satu aula kantor walikota Kupang. Visioning bagi para pengajar SD, SMP dan SMA yang tergabung dalam SPG ini menggusung visi SPG sebagai Bengkel Pendidik Kreatif. lebih dari 30 orang guru dari Kota dan Kabupaten Kupang diajak untuk melengkapi cara pandang, belajar berpikir kreatif dan memperkuat visi mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.  Sebagai hasil dari komitmen pribadi bagi perubahan, maka di akhir sesi visioning peserta diminta untuk mendeklarasikan aksi perubahan mereka yang akan dilakukan setelah 3 bulan kedepan. Aksi yang dikomitmenkan beragam. ‘Ayo, semua pasti bisa!’ demikian mantra yang dibuat oleh Eta, seorang guru kimia. Ia mengatakan bahwa pada tahun 2012 ia berkomitmen untuk dengan cara kreatif membuat siswa agar mencintai pelajaran kimia. “Setelah mencintai kimia, saya mengajak anak ikut terlibat dalam penelitian kimia.” Katanya menjelaskan rencana di tahun 2013 nanti. Nuryati, Guru dari SMP N 1 Kupang ini berencana di tahun 2012 ia akan mengajak siswa untuk menyisihkan uang jajan Rp. 1.000 untuk di tabung. “2013 saya akan mengajarkan bagaimana menentukan skala prioritas kebutuhan.” Ujarnya. Nuryati kemudian menjelaskan bahwa tujuannya agar di 2014 ia sudah bisa membimbing siswanya untuk mampu menyusun daftar kebutuhan per bulan sendiri. “Tahun 2015, saya akan melatih siswa untuk bekerjasama dari aksi Rp. 1.00 lewat koperasi siswa. Dan di tahun 2016, jika mendapatkan dukungan saya ingin di SMP 1 koperasi siswa hidup lagi” katanya dengan tersenyum.***(andry, reymon, siska)
|